![]() |
| istri dan calon ibu |
Sejatinya peran seorang wanita adalah sebagai seorang istri sekaligus seorang ibu bagi anaknya. Mencari seorang istri ternyata jauh lebih mudah dibandingkan mencari seorang ibu bagi anak kita kelak. Apa Anda sepakat?
Mencari seorang istri berarti mencari wanita yang benar-benar sesuai dengan keinginan kita. Bisa jadi gambaran kita tentang wanita yang ideal berperan disini. Wanita yang cantik, tinggi, berkulit putih, langsing, muka cling, dan imajinasi tentang kecantikan wanita lainnya.
Namun, apakah itu saja cukup untuk menjadikan keluarga kita bahagia?
| generasi yang baik |
Ternyata tidak. Menelisik lebih jauh, fungsi pernikahan tidak hanya sebagai pemersatu cinta, menghalalkan yang tadinya haram namun lebih jauh dari itu. Peran menikah untuk melahirkan generasi-generasi tangguh yang siap menjadi khalifah di bumi. Tentu kita tak mau bukan, anak-anak yang kita lahirkan kelak menjadi perusak bumi. Justru kita sangat berharap melalui anak-anak kitalah kemakmuran di bumi ini dapat tercapai.
Peran mulia itu tidak hanya bisa seketika terlaksana. Perlu perencanaan dan pemilihan yang matang. Salah satu hal yang penting adalah memilih pasangan yang baik dan bisa menghantarkan kita membina generasi yang lebih baik tadi.
Nah, kembali ke topik pembahasan. Mencari pendamping hidup harus benar-benar diawali dengan niat yang mulia. Tidak semata-mata karena nafsu syahwatnya saja. Tidak cukup seorang wanita menjadi istri yang baik, namun juga harus menjadi ibu yang baik.
Mencari calon ibu yang baik, menurut saya jauh lebih susah dibandingkan mencari istri yang baik. Seorang ibu yang baik dituntut memiliki ketrampilan ekstra untuk mendidik anak-anak kita dan membekalinya dengan ilmu yang bermanfaat tidak hanya untuk dunia namun juga akhiratnya kelak.
Calon ibu seperti ini rela mengorbankan waktunya untuk sekedar lama berbelanja di mall, lama melakukan perawatan diri di salon dan memilih untuk meluangkan waktu sebanyak-banyaknya dengan buah hatinya. Maka, pendidikan bagi seorang calon ibu menjadi hal yang penting pula. Kesadaran akan perannya sebagai seorang ibu bagi anaknya mutlak diperlukan. Sekaligus menjadi seorang istri yang taat bagi suaminya.
Fenomena maraknya wanita cantik belakangan ini sepertinya perlu dibarengi dengan fenomena calon ibu yang baik. Jadi, cantik, menarik, smart dan rela menjadi pendidik terbaik bagi anak-anaknya. Tentu menjadi idaman bagi setiap pria yang mendambakan kelengkapan hidup.
But, nobodys perfect! Oleh karena itu, perlu adanya sinkronisasi antara pria dan wanita sebagai suami istri. Mengarungi bahtera kehidupan bersama dengan segala ombak dan angin kencang di setiap perjalanannya. Menjadi pegangan satu sama lain agar tetap kokoh, kuat berdiri menjalankan nahkoda kehidupan.
Pembahasan ini sesungguhnya tidak hanya dilihat dari satu sisi namun dua sisi dalam mata koin. Mencari calon ayah juga lebih susah dibandingkan suami?
Oleh karena itu, sebelum menikah, mari luangkan waktu untuk belajar menjadi calon ayah dan calon ibu yang baik bagi anak-anak kita. Setidaknya bekal ilmu, pengetahuan dan pengalaman dari orang lain dapat kita serap, kita ambil sisi posisitfnya dan selanjutnya kita terapkan pada anak-anak kita. Tujuannya satu, ikut andil dalam melahirkan generasi yang lebih baik.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar